Jumat, 01 Februari 2019

#YangGajiKamuSiapa, Pengusa digital terjebak di Digitalisasi



#YangGajiKamuSiapa, Pengusa digital terjebak di Digitalisasi

Media sosial kembali menjadi momok menakutkan bagi pejabat publik, tidak tanggung-tanggung selevel menteri yang menjadi pengatur regulasi tertinggi tentang media sosial juga di koreksi oleh tagar yang menjadi tranding topik hari ini Jumat 1 Pebruari 2019.

Dipicu dari seorang ibu yang naik kepanggung menjawab pertanyaan Rudianto pada sebuah acara dimana Rudianto selaku Menkominfo kelihatannya bertindak sebagai pemberi sambutan. Acara itu dalam video pendek, backgroundnya ada tulisan #indonesia connected. 

Video pendek ini menanyangkan, Chief Rudi sapaan akrab pak Menteri bertanya ke ibu yang sepertinya seorang ASN karena memilih angka nomor 2, lalu sang ibu naik ke panggung naik dengan menjawab pertanyaan itu bahwa pilihan itu mengenai keyakinan si ibu. Entah apa yang ada difikiran pak Menteri sehingga melontarkan kalimat “yang gaji ibu siapa?”. Spontan kalimat ini di capture dan disebarkan seketika.

Menjadi tranding topik nomor #1, dan hampir keseluruhan media digital memberitakannya. Saling sahut dengan persepsi masing-masing dan halaman resmi Kominfo juga melakukan konfirmasi. http://bit.ly/2G2ju4z

Mungkin karena musim poltik akhirnya konten ini menjadi tranding dan masih bertahan hingga tulisan ini ditanyangkan. Konten ini dijadikan senjata baru dengan konsumsi digital. Kelihatannya Pak Menteri sebagai penguasa regulasi digital di Indonesia terjebak dengan digitalisasi.

Hal baik yang dilakukannya adalah segera melakukan konfirmasi secepatnya dan lagi-lagi menjadi capturanuntuk saling berbalas sahutan di media sosial.

Kejadian ini menjadikan pembelajaran baru terhadap publik atas tingginya konstribusi digital di kehidupan keseharian kita, termasuk tendensi poltik yang ada. Media Sosial menjadi media Kontrol baru yang bisa jadi media yang sangat menakutkan oleh para pemangku kebijakan yang ada.

Tidak peduli akan hal ini, dapat menjadi petaka baru untuk kita semua. Karena kita akan kabur dengan kebenaran yang ada, karena tendensius masing-masing pihak akan saling mempertahankan pendapatnya dan membenarkan diri masing-masing.

Hal baik dalam Pembelajaran ini adalah mencoba menelusuri jauh lebih dalam atas informasi ini dan mencoba melihat dari dua sisi yang ada.silahkan kunjungi #YangGajiKamuSiapa di media sosial twitter saat ini.
#YangGajiKamuSiapa menjadi ketidaksetujuan masyarakat bahwa ASN itu yang menggajinya adalah Pemerintah tapi keyakinannya adalah ASN digaji oleh Negara. Termasuk Bapak Menteri ini digaji oleh Negara. Ketakutan masyarakat bisa merembes hingga ke tingkat daerah bahwa bisa saja para penguasa di tingkat daerah akan mudah mengucapkan kalimat itu sebagai wujud intervensi oleh para Pejabat daerah kepada ASN Daerah.

Saatnya merubah persepsi yang dijadikan momok oleh para pejabat ke masyarakat apalagi ke ASN. Meski dalam konfirmasi Kominfo bahwa yang dimaksud oleh Pak Menteri adalah kenetralan dari PNS itu sendiri.

Harapan akan netralitas ASN menjadi hal yang dinanti oleh masyarakat luas, bukan intervensi yang melekat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar