Jumat, 24 Maret 2017

Media Sosial Andalan Para Pencari Kerja untuk Mengurangi Pengangguran



Palopo, 24 Maret 2017.

Empat hari yang lalu sekitar tanggal 20 Maret 2017, disampaikan untuk membagikan informasi mengenai kebutuhan formasi tenaga admin di salah satu perusahan operator ternama. Karyawan perusahaan diminta membagikan informasinya melalui sosial media. Ada yang membagikan di akun Facebooknya, di Instagram, Line dan Path masing-masing karyawan yang sempat mendapatkan infromasinya dan sempat meresponnya.

Akun media sosial di atas merupakan akun media sosial yang familiar di Kota Palopo maupun di beberapa kabupaten yang ada disekitarnya. Pengumpulan berkas diminta secepatnya, untuk kelanjutan proses wawancara. Karena ada perjalanan dinas ke Masamba, saya melewatkan sehari proses wawancara. Karena bukan di devisi kami maka saya juga tidak terlalu aktif hanya sebagai penghibur dalam proses wawancara.

Setelah sholat Jumat, proses wawancara telah dimuali dan kaget dengan ramainya pelamar yang menunggu giliran wawancara. Saya kemudian mencoba bertanya mengenai berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan dan membandingkan dengan berkas lamaran yang saya lihat bertumpuk di beberapa meja. Call centre pun mulai sibuk menelpon untuk mengkonfirmasi jadwal wawancara untuk mereka yang melamar formasi dimaksud.

Terhitung sekitar 70 peserta yang diwawancara total pada hari ini, diluar yang telah diwawancara hari sebelumnya dan masih ada yang terus mengumpulkan berkasnya hari ini, dan akan dijadwalkan besok (sabtu 25 Maret 2017). Dari contact person yang diajukan juga menyampaikan telah menutup dan tidak menerima lagi penyetoran berkas lamaran yang mengkonfirmasi via telepon. Bertanya kepada HRD dan rekan lainnya dan mengestimasi jumlah berkas lamaran yang ada, kurang lebih sekitar 200-an berkas lamaran untuk penerimaan 5 formasi karyawan yang dibutuhkan.
Data di atas khusus untuk penerimaan 5 karyawan, minggu-minggu sebelumnya juga ada penerimaan dengan formasi yang berbeda dengan cara pembagian informasi yang sama dengan formasi lamaran yang berbeda. Ada yang telah masuk masa training dan juga ada yang sementara mempersiapkan diri.

2,5 % untuk perbandingan jumlah yang akan diterima dengan jumlah berkas yang ada, diluar yang masih ingin menyetorkan berkasnya tetapi ditolak. Dengan rata-rata peserta yang diwawancarai adalah sarajana starta satu. Banyak makna dan persepsi yang bisa digali dengan kejadian ini, terlihat akan banyaknya calon pekerja dan bagaimana media sosial sangat memberi manfaat untuk membuka peluang pekerjaan bagi merka.

Media sosial yang pada umumnya digunakan hanya untuk life style, cerita di atas menjelaskan bagaimana media sosial bisa memberi berkah untuk banyak orang yang ingin menghidupi dirinya. Mendapatkan perkejaan melalu media sosial saat ini sangat membantu buat anak-anak muda dan para pencari kerja yang lagi membutuhkannya. Menjadikan berpenghasilan, menghidupi pekerja dan keluarganya adalah kemanfaatan yang harus dijaga untuk keberlangsungan manfaat bagi pengguna media sosial lainnya.

Saat ini Media sosial sangat berperan untuk memberantas kemiskinan dan pengangguran dengan membantu menyebarluaskan informasi-informasi lowongan pekerjaan. Banyaknya pertemanan di media sosial, aktifnya diskusi dalam group media sosial baik komunitas maupun group lainnya akan memberikan banyak peluang untuk mengurangi pengangguran yang ada. Cerita dan fakta di atas merupakan salah satu contoh kemanfaatan media sosial untuk mengurangi pengangguran.

Terus berbagi informasi positif dan mari bermedia sosial positif untuk saling membantu buat sesama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar